Ada 2 metode dalam perhitungan bunga KPR yaitu efektif dan flat.
Dalam metode
Efektif, bank menghitung bunga berdasarkan saldo pokok pinjaman bulan
sebelumnya. Jumlah bunga adalah perkalian tingkat suku bunga dengan sisa
pokok pinjaman. Karena setiap bulan saldo pokok pinjaman akan berkurang
seiring dengan pembayaran cicilan, maka dalam metode efektif debitur
membayar jumlah bunga yang terus menurun setiap bulan. Disebut metode
efektif karena pada dasarnya debitur membayar bunga hanya atas sisa
pinjaman yang masih dimiliki dan bukan membayar bunga atas dasar plafond
pinjaman.
Metode efektif
dimodifikasi dengan metode anuitas yang mengatur supaya jumlah angsuran
pokok dan bunga yang dibayar senantiasa sama setiap bulan. Dalam
pembayaran angsuran tersebut terdapat komponen pokok dan bunga, dimana
dengan metode annuitas, jumlah pembayaran pokok dan bunga akan
disesuaikan sedemikian rupa, sehingga jumlah total pembayaran angsuran
tetap sama setiap bulan. Porsi pembayaran bunga yang menurun akan
dikompensasikan dengan porsi pembayaran pokok yang meningkat. Biasanya
Bank memiliki aplikasi software yang secara otomatis menghitung bunga
anuitas.
Cara perhituan
bunga efektif dengan metode annuitas akan diuraikan dalam contoh
berikut. Misalnya, debitur mengambil pinjaman KPR senilai Rp 24 juta
selama 1 tahun dengan bunga efektif 10% per tahun, perhitungan akan
muncul sebagai berikut
Tabel Perhitungan Bunga KPR dengan Metode Efektif
Bunga anuitas bulan 1 = Rp 24.000.000,00 x 10% x (30 hari/360 hari) = Rp 200.000,00
Angsuran pokok dan bunga pada bulan 1 adalah Rp 1.909.981 + 200.000,00 = Rp 2.109.981
Bunga anuitas bulan 2 = Rp 20.164.121 x 10% x (30 hari/360 hari) = Rp 184.083
Angsuran pokok dan bunga pada bulan 2 adalah Rp 184.083 + 1.925.898 = Rp 2.109.981
Angsuran pokok dan bunga pada bulan 1 adalah Rp 1.909.981 + 200.000,00 = Rp 2.109.981
Bunga anuitas bulan 2 = Rp 20.164.121 x 10% x (30 hari/360 hari) = Rp 184.083
Angsuran pokok dan bunga pada bulan 2 adalah Rp 184.083 + 1.925.898 = Rp 2.109.981
Terlihat bahwa
angsuran bulan kedua sama dengan angsuran bulan pertama dan seterusnya
dimana besarnya angsuran akan tetap sama sampai dengan selesainya jangka
waktu kredit. Namun, komposisi angsuran pokok dan angsuran bunga
berubah –ubah setiap bulan, dimana porsi pembayaran pokok terus
meningkat setiap bulan yang mendorong sisa pokok/hutang terus berkurang
(sampai akhirnya lunas di bulan 12) yang ujungnya mengurangi jumlah
tagihan bunga.
Dalam metode Flat,
bank menghitung bunga berdasarkan pokok pinjaman awal, bukan berdasarkan
sisa pinjaman debitur. Dengan metode ini, debitur membayar jumlah bunga
yang tetap sama setiap bulan lantaran pokok pinjaman yang dijadikan
faktor pengali (plafond) dari bunga tidak berubah. Ini berbeda dengan
metode efektif dimana jumlah bunga menurun setiap bulan sejalan
berkurangnya saldo pinjaman.
Jumlah total
pembayaran dari pokok dan bunga setiap bulan sama besarnya. Demikian
juga, porsi pokok dan porsi bunga dalam total cicilan setiap bulan tidak
berubah.
Dalam contoh kasus di atas misalkan bunga flat sebesar 5,4991% per tahun.
Tabel Perhitungan Bunga KPR dengan Metode Flat
Bunga flat tiap bulan selalu sama = (Rp 24.000.000,00 x 5,4991% x 1 ) : 12= Rp 109.982,00
Angsuran pinjaman bulan 1: Angsuran pokok dan bunga pada bulan 1 adalah
Rp 2.000.000,00 + 109.982,00 = Rp 2.109.982
Rp 2.000.000,00 + 109.982,00 = Rp 2.109.982
Angsuran pinjaman bulan 2: Angsuran pokok dan bunga pada bulan 2 adalah
Rp 2.000.000,00 + 109.982,00 = Rp 2.109.982
Rp 2.000.000,00 + 109.982,00 = Rp 2.109.982
Dan seterusnya sampai bulan 12, maka saldo pinjaman akan nol dan hutang lunas.
Yang penting
dipahami, metode perhitungan bunga akan mempengaruhi besar kecilnya
angsuran bunga yang harus dibayar debitur atas kredit yang diberikan
bank. Berdasarkan contoh kasus di atas, bahwa untuk jangka waktu kredit 2
tahun, maka suku bunga efektif 10% per tahun akan menghasilkan angsuran
yang sama dengan suku bunga flat 5,3739 % per tahun. Antara perhitungan
bunga efektif dan flat untuk menghasilkan jumlah angsuran yang sama,
maka bunga efektif akan lebih tinggi dibandingkan bunga flat.
(sumber:www.duwitmu.com)
kunjungi http://www.asset-compass.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar